5 Karakteristik (Sifat-sifat) Kehidupan Dunia Menurut Al-Qur’an dan Al Hadits
Sahabat Muslim Rahimakumullah, dunia yang kita tempati
ini ternyata memiliki berbagai karakteristik-karakeristik, tak selamanya
kehidupan dunia itu menyenangkan bahkan kehidupan dunia itu merupaka sebuah
ujian bagi kita agar kita senantiasa waspada terhadap gemerlapnya dunia yang
dapat melalaikan kita dari tujuan utama kita, yakni untuk beribadah kepada
Allah swt.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْاِنْسَ اِلَّا
لِيَعْبُدُوْنِ (الذّاريت:56)
Tidaklah Aku Menciptakan jin dan manusia melainkan agar
mereka beribadah kepada-Ku (QS. Ad Dzariyat[51] : 56)
Oleh karena itu mari kita simak dan pelajari beberapa karakter atau sifat-sifat dunia yang telah termaktub dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits agar kita selalu waspada terhadap fitnah dunia yang dapat menjerumuskann kita kedalam lembah kemaksiatan dan dosa besar.
Diantara karakteristik
dunia adalah :
1. Dunia Adalah Tempat Ujian bagi Orang yang Beriman.
Sudah menjadi tabiatnya bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan bagi
orang yang beriman, dunia dengan berbagai fitnah yang ada didalamnya merupakan
suatu hal yang wajib kita waspadai agar kita bisa selamat baik dunia dan akhirat,
hal ini sebagaimana Firman-Nya :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ
وَالْخَيْرِ فِتْنَةًۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ (الانبياء : 35)
Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, Kami akan
Menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.
(Al Anbiya’ [21]: 35)
(Al Anbiya’ [21]: 35)
Dari firman Allah diatas kita dapat pahami bahwa Allah Swt menguji hambanya tidak hanya dengan hal-hal yang jelek saja, akan tetapi Allah juga menguji hambanya dengan hal-hal yang menyenangkan atau kebaikan, misalnya orang yang diberikan kekayaan yang melimpah akan tetapi jika orang itu tidak tidak mau mengeluarkan zakatnya maka akan menjadi adzab bagi pemiliknya
Oleh karena itu janganlah kita merasa senang jika kita diberi harta yang
banyak oleh Allah Swt, namun ketahuilah bahwa dibalik harta yang melimpah
tersebut ada ujian yang harus kita hati-hati dari padanya. Kita harus ingat
saudara-saudara kita yang fakir dan miskin yang ada disekitar kita, jangan
sampai harta yang kita miliki dapat menjadikan diri kita lalai dari menolong
saudara-saudara kita serta melalaikan kita untuk beribadah kepada Allah Swt.
2. Kesenangan Yang Menipu
Ikhwani Rahimakumullah, karakteristik kehidupan dunia yang selanjutnya
adalah bahwa kehidupan dunia adalah merupakan kesenangan yang menipu, Allah Swt
berfirman :
اِعْلَمُوْا اَنَّمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ
وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَتَفَا خُرٌبَيْنَكُمْ وَتَكَا ثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ
وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَنَبَا تُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ
فَتَرٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَديْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا اِلَّا مَتَاعُ
الْغُرُوْرِ (الحديد : 20)
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia it hanyalah
permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta
berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani; kemudian (tanaman)itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang
keras dan ampunan dari Allah serta serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia
tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (Al-Hadid[57]: 20)
Kehidupan dunia memang bagaikan permainan, mereka saling berlomba-lomba untuk membangga-banggakan kekayaan mereka, anak keturunan mereka, bahkan jabatan yang mereka miliki, mereka tidak tahu bahwa semua yang mereka bangga-banggakan itu bagaikan permainan dan tidak ada nilainya disisi Allah Swt.
Bahkan digambarkan oleh Allah seperti petani, yang mulanya bangga dengan
tanaman mereka yang tampak hijau, namun kemudian tanaman itu tidak terawat,
mengering dan kuning warnanya hingga kemudian tanaman itu menjadi hancur tanpa
menyisakan apa-apa. Begitulah kehidupan dunia awalnya memang begitu indah namun
menyesal pada akhirnya.
3. Kehidupan Dunia adalah Kesenangan yang Sedikit
Ikhwani rahimakumullah, karakteristik kehidupan yang selanjutnya ialah
bahwa kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu, hal ini sebagaiman
termktub dalam QS. An-Nisa’ : 77
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ
وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلا تُظْلَمُونَ فَتِيلا
Katakanlah:
“Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk
orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun (An-Nisaa[4] : 77)
Bahkan dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa kenikmatan dunia ini
bagaikan setetes air dilautan.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda,
“Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim).
Dalam Surat Ali Imran [3] : 133 Allah menjelaskan bahwa nanti orang-orang yang bertaqwa akan mendapatkan kenikmatan yang luasnya seluas bumi dan langit.
“Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim).
Dalam Surat Ali Imran [3] : 133 Allah menjelaskan bahwa nanti orang-orang yang bertaqwa akan mendapatkan kenikmatan yang luasnya seluas bumi dan langit.
وَسَارِعُوْا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِّكُمْ
وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ (اٰلِ
عِمْرَانَ : 133)
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu
dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi
orang-orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran [3] : 133)
Dari ayat dan hadits diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa : kenikmatan dunia jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat maka tidak ada apa-apanya, kalau bisa kita kalkulasikan perbandingannya adalah 1% kenikmatan yang ada di dunia dan 99% kenikmata yang ada di akhirat itu adalah perbandingan yang luar biasa, bagaimana mungkin bisa kenikmatan dunia yang hanya diambil hanya 1% saja, Allah bisa membagi kenikmatan ini kepada seluruh makhluk Allah yang ada di bumi ini, Maha Suci Allah atas apa yang Ia ciptakan.
Oleh karenanya kita sebagai hamba Allah kita tidak pantas menyombongkan
diri kita dihadapan Allah Azzawajalla karena apa yang semua kita miliki
ini tidaklah bernilai apa-apa dihadapan Allah Swt.
4. Kehidupan Dunia adalah : Kesenangan yang Hanya Main-Main
Allah Swt Berfirman :
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا اِلَّا لَهْوٌ
وَّلَعِبٌۗ وِاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْكَانُوْا
يَعْلَمُوْنَ (العنكبوت : 64)
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan
permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang
sebenar-benarnya, sekiranya mereka mengetahui (Al Ankabut [29]: 64)
Ikhwani Rahimakumullah, dunia ini memang sangatlah
melalaikan, melalaikan kita akan ibadah kepada Allah, melalaikan kita akan
dzikir dan memuji Allah Swt, melalaikan dari syukur akan nikmat yang telah Allah
berikan kepada kita. Kerena dari Nash ayat diatas sudah jelas bahwa sifat dunia
hanyalah permainan belaka yang dapat melalaikan kita dari semua hal-hal yang
berkaitan dengan kehidupan akhirat kita, maka dari itu mulai dari sekarang niatkan
dalam hati kita untuk senantiasa tetap berada diatas jalan agama Allah Swt,
tetap terjaga dalam iman dan taqwa kita kepada Allah Swt, mudah-mudahan Allah
memberikan kita kekuatan untuk tetap berada diatas jalan yang lurus. Amin.
5. Kehidupan Dunia adalah : Surga bagi Orang Kafir dan Penjara bagi Orang Muslim
Hal ini sebagai mana hadits shahih yang diriwayatkan oleh
Imam muslim sebagai berikut:
عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُسْلِمُ, وَجَنَّةُ الْكَافِرُ (رواه
مسلم)
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah Saw bersabda : Kehidupan dunia adalah surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang Muslim. (HR. Muslim)
Hadits tersebut adalah merupakan suatau gambaran bahwa
kehidupan dunia ini adalah merupakan surga bagi orang kafir, seperti yang kita
lihat dalam realita kehidupan kita sehari-hari, kita lihat orang-orang kafir
mereka bebas melakukan berbagai kemaksiatan-keamaksiatan mereka tanpa di batasi
dengan aturan-aturan dan norma-norma yang ada, mereka berfoya-foya dengan harta
benda mereka tanpa memperdulikan zakat atau sedekah yang harus dikeluarkan,
bahkan dinegara-negara non muslim terdapat aturan-aturan yang melegalkan
prostitusi dan perjudian yang semua itu mereka lakukan tanpa memperhatikan masa
depan generasi-generasi muda yang ada disana. Na’udzubillah min dzalik.
Namun sebaliknya, kaum muslimin memandang kehidupan dunia
ini adalah bagaikan seperti dalam penjara yang didalamnya penuh dengan berbagai
aturan-aturan yang harus ditaati dan dipatuhi. Umat islam harus mengeluarkan
zakat untuk dikeluarkan kepada fakir-miskin, mereka harus susah payah
mengerjakan ibadah haji ke baitullah, mereka harus mengerjakan shlat lima waktu
dalam sehari semalam dan lain sebagainya. Itulah mengapa Nabi ﷺ mengisyaratkan bahwa kehidupan
dunia itu bagai penjara bagi umat islam.
Akan tetapi meskipun begitu kita tidak boleh membenci
kehidupan dunia, meskipun kehidupan dunia ini terasa seperti penjara bagi kita
umat islam namun kita harus tetap optimis meraih kehidupan akhirat yang penuh
dengan kenikmatan, kita jadikan kehidupan dunia ini menjadi jembatan untuk
meraih kesuksesan kehidupan di akhirat kelak.
Seorang sahabat Nabiﷺ Amr bin Ash r.a berkata:
beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati esok hari, dan bekerjalah kamu
seakan-akan kamu hidup selamanya (Amr Bin Ash).
Demikianlah 5 karakterisrik kehidupan dunia menurut
Al-Qur’an dan Al-Hadits yang telah kami jelaskan mudah-mudahan dapat renungan
bagi kita semua. Amiiin
Alhamdullilah! Sangat baik blog ini...Semoga allah mengurniakan segala kebaikkan buat penulis dunia dan akhirat Insyaallah Amin!
BalasHapusSemoga kita tidak terpedaya gemerlapnya dunia yg menipu
BalasHapusDunia hanya tempat transite sebelum beranjak dalam perjalanan panjang dialam akherat
BalasHapus