OPINI

Rabu, 25 Januari 2017

5 Karekteristik (Sifat-sifat) Kehidupan Dunia Menurut Al-Quran dan Al-Hadits

5 Karakteristik (Sifat-sifat) Kehidupan Dunia Menurut Al-Qur’an dan Al Hadits
           
Sahabat Muslim Rahimakumullah, dunia yang kita tempati ini ternyata memiliki berbagai karakteristik-karakeristik, tak selamanya kehidupan dunia itu menyenangkan bahkan kehidupan dunia itu merupaka sebuah ujian bagi kita agar kita senantiasa waspada terhadap gemerlapnya dunia yang dapat melalaikan kita dari tujuan utama kita, yakni untuk beribadah kepada Allah swt.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (الذّاريت:56)
Tidaklah Aku Menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (QS. Ad Dzariyat[51] : 56)
          
Oleh karena itu mari kita simak dan pelajari beberapa karakter atau sifat-sifat dunia yang telah termaktub dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits agar kita selalu waspada terhadap fitnah dunia yang dapat menjerumuskann kita kedalam lembah kemaksiatan dan dosa besar.
Diantara karakteristik dunia adalah :

1. Dunia Adalah Tempat Ujian bagi Orang yang Beriman.
Sudah menjadi tabiatnya bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan bagi orang yang beriman, dunia dengan berbagai fitnah yang ada didalamnya merupakan suatu hal yang wajib kita waspadai agar kita bisa selamat baik dunia dan akhirat, hal ini sebagaimana Firman-Nya :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةًۗ وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ (الانبياء : 35)
Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, Kami akan Menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan  sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. 
(Al Anbiya’ [21]: 35)

Dari firman Allah diatas kita dapat pahami bahwa Allah Swt menguji hambanya tidak hanya dengan hal-hal yang jelek saja, akan tetapi Allah juga menguji hambanya dengan hal-hal yang menyenangkan atau kebaikan, misalnya orang yang diberikan kekayaan yang melimpah akan tetapi jika orang itu tidak tidak mau mengeluarkan zakatnya maka akan menjadi adzab bagi pemiliknya
Oleh karena itu janganlah kita merasa senang jika kita diberi harta yang banyak oleh Allah Swt, namun ketahuilah bahwa dibalik harta yang melimpah tersebut ada ujian yang harus kita hati-hati dari padanya. Kita harus ingat saudara-saudara kita yang fakir dan miskin yang ada disekitar kita, jangan sampai harta yang kita miliki dapat menjadikan diri kita lalai dari menolong saudara-saudara kita serta melalaikan kita untuk beribadah kepada Allah Swt.

2. Kesenangan Yang Menipu
Ikhwani Rahimakumullah, karakteristik kehidupan dunia yang selanjutnya adalah bahwa kehidupan dunia adalah merupakan kesenangan yang menipu, Allah Swt berfirman :
اِعْلَمُوْا اَنَّمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَتَفَا خُرٌبَيْنَكُمْ وَتَكَا ثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَنَبَا تُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَديْدٌۙ  وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانٌۗ  وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ (الحديد : 20)
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia it hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman)itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (Al-Hadid[57]: 20)

Kehidupan dunia memang bagaikan permainan, mereka saling berlomba-lomba untuk membangga-banggakan kekayaan mereka, anak keturunan mereka, bahkan jabatan yang mereka miliki, mereka tidak tahu bahwa semua yang mereka bangga-banggakan itu bagaikan permainan dan tidak ada nilainya disisi Allah Swt.
Bahkan digambarkan oleh Allah seperti petani, yang mulanya bangga dengan tanaman mereka yang tampak hijau, namun kemudian tanaman itu tidak terawat, mengering dan kuning warnanya hingga kemudian tanaman itu menjadi hancur tanpa menyisakan apa-apa. Begitulah kehidupan dunia awalnya memang begitu indah namun menyesal pada akhirnya.

3. Kehidupan Dunia adalah Kesenangan yang Sedikit
Ikhwani rahimakumullah, karakteristik kehidupan yang selanjutnya ialah bahwa kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu, hal ini sebagaiman termktub dalam QS. An-Nisa’ : 77
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلا تُظْلَمُونَ فَتِيلا
Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun (An-Nisaa[4] : 77)
Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa kenikmatan dunia ini bagaikan setetes air dilautan.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda,


“Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim).

Dalam Surat Ali Imran [3] : 133 Allah menjelaskan bahwa nanti orang-orang yang bertaqwa akan mendapatkan kenikmatan yang luasnya seluas bumi dan langit.
وَسَارِعُوْا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ (اٰلِ عِمْرَانَ : 133)
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran [3] : 133)

Dari ayat dan hadits diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa : kenikmatan dunia jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat maka tidak ada apa-apanya, kalau bisa kita kalkulasikan perbandingannya adalah 1% kenikmatan yang ada di dunia dan 99% kenikmata yang ada di akhirat itu adalah perbandingan yang luar biasa, bagaimana mungkin bisa kenikmatan dunia yang hanya diambil hanya 1% saja, Allah bisa membagi kenikmatan ini kepada seluruh makhluk Allah yang ada di bumi ini, Maha Suci Allah atas apa yang Ia ciptakan.
Oleh karenanya kita sebagai hamba Allah kita tidak pantas menyombongkan diri kita dihadapan Allah Azzawajalla karena apa yang semua kita miliki ini tidaklah bernilai apa-apa dihadapan Allah Swt.

4. Kehidupan Dunia adalah : Kesenangan yang Hanya Main-Main
Allah Swt Berfirman :
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وِاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْكَانُوْا يَعْلَمُوْنَ (العنكبوت : 64)
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenar-benarnya, sekiranya mereka mengetahui (Al Ankabut [29]: 64)
Ikhwani Rahimakumullah, dunia ini memang sangatlah melalaikan, melalaikan kita akan ibadah kepada Allah, melalaikan kita akan dzikir dan memuji Allah Swt, melalaikan dari syukur akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kerena dari Nash ayat diatas sudah jelas bahwa sifat dunia hanyalah permainan belaka yang dapat melalaikan kita dari semua hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan akhirat kita, maka dari itu mulai dari sekarang niatkan dalam hati kita untuk senantiasa tetap berada diatas jalan agama Allah Swt, tetap terjaga dalam iman dan taqwa kita kepada Allah Swt, mudah-mudahan Allah memberikan kita kekuatan untuk tetap berada diatas jalan yang lurus. Amin.

5. Kehidupan Dunia adalah : Surga bagi Orang Kafir dan Penjara bagi Orang Muslim
Hal ini sebagai mana hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam muslim sebagai berikut:
عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُسْلِمُ, وَجَنَّةُ الْكَافِرُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah Saw bersabda : Kehidupan dunia adalah surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang Muslim. (HR. Muslim)
      

Hadits tersebut adalah merupakan suatau gambaran bahwa kehidupan dunia ini adalah merupakan surga bagi orang kafir, seperti yang kita lihat dalam realita kehidupan kita sehari-hari, kita lihat orang-orang kafir mereka bebas melakukan berbagai kemaksiatan-keamaksiatan mereka tanpa di batasi dengan aturan-aturan dan norma-norma yang ada, mereka berfoya-foya dengan harta benda mereka tanpa memperdulikan zakat atau sedekah yang harus dikeluarkan, bahkan dinegara-negara non muslim terdapat aturan-aturan yang melegalkan prostitusi dan perjudian yang semua itu mereka lakukan tanpa memperhatikan masa depan generasi-generasi muda yang ada disana. Na’udzubillah min dzalik.
Namun sebaliknya, kaum muslimin memandang kehidupan dunia ini adalah bagaikan seperti dalam penjara yang didalamnya penuh dengan berbagai aturan-aturan yang harus ditaati dan dipatuhi. Umat islam harus mengeluarkan zakat untuk dikeluarkan kepada fakir-miskin, mereka harus susah payah mengerjakan ibadah haji ke baitullah, mereka harus mengerjakan shlat lima waktu dalam sehari semalam dan lain sebagainya. Itulah mengapa Nabi mengisyaratkan bahwa kehidupan dunia itu bagai penjara bagi umat islam.
Akan tetapi meskipun begitu kita tidak boleh membenci kehidupan dunia, meskipun kehidupan dunia ini terasa seperti penjara bagi kita umat islam namun kita harus tetap optimis meraih kehidupan akhirat yang penuh dengan kenikmatan, kita jadikan kehidupan dunia ini menjadi jembatan untuk meraih kesuksesan kehidupan di akhirat kelak.
Seorang sahabat Nabi Amr bin Ash r.a berkata: beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati esok hari, dan bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya (Amr Bin Ash).
Demikianlah 5 karakterisrik kehidupan dunia menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang telah kami jelaskan mudah-mudahan dapat renungan bagi kita semua. Amiiin










3 komentar:

  1. Alhamdullilah! Sangat baik blog ini...Semoga allah mengurniakan segala kebaikkan buat penulis dunia dan akhirat Insyaallah Amin!

    BalasHapus
  2. Semoga kita tidak terpedaya gemerlapnya dunia yg menipu

    BalasHapus
  3. Dunia hanya tempat transite sebelum beranjak dalam perjalanan panjang dialam akherat

    BalasHapus