OPINI

Kamis, 19 Januari 2017

Khutbah Jum'at : Peristiwa Hari Akhir

PERISTIWA HARI AKHIR

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
            Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT atas nikma-nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua, baik nikmat keimanan, kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan samapai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. Allah swt berfirman : 
“jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya siksaKu sangatlah pedih.” (Ibrahim:7).
            Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala hal. Takwa, sebuah kata yang ringan diucapkan namun sangat sulit untuk di amalkan.

Ketahuilah Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
            Tatkala sahabat Umar bin Khatab r.a ditanya oleh sahabat Ubay bin Ka’ab tentang takwa, maka Ubay bin Ka’ab berkata, “Pernahkah anda berjalan di tempat yang berduri?” Umar menjawab, “Tentu.” Maka Ubay berkata, “Apa yang akan anda lakukan,” Umar menjawab, “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu.” Lalu Ubay berkata, “Demikianlah takwa itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, Juz.1, hal. 55).
            Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita, dan juga dalam ucapan-ucapan kita, oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berbucap kecuali berdasarkan ilmu.

            Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
            Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. Dan Allah berfirman,

Dan berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.
Ketahuilah Jamaah Muslimin Rahimakumullah
            Manusia setapak-demi setapak menjalani tahap kehidupannya dari alam kandungan, alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Quran dan Hadits-hadits Nabi yang memberitakan peristiwa hari akhir, hendaklah hati kita menjadi takut , menangislah mata kita, dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah.
            Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata neraka, azab, ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa maknasama sekali. Naudzu billahi min dzalik. Mari kita perhatikan Firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29,

 Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan Aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian Itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku." (Al Haqqah : 25-29).
            Dalam ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara, yaitu ketika mereka diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya, ketika itulah dia benar-benar menyesal, dia mengatakan penuh penyesalan, andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andai kata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali.
            Jama’ah Muslimin Rahimakumullah
            Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggug jawabkan diri mereka sendiri. Allah berfirman.
   
“Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).” (Qaf: 41-42).
            Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan, sebagaimana firman Allah.

“Sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.” (Al-Anbiya’ : 104)
            Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun, dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan. Dan tatkala Nabi Muhammad SAW menjelaskanhal itu kepada Aisyah r.a, maka ia berkata : “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?” kemudian Rasulullah berkata,
ORæ ûeü  ktNRæn} lü oi 9 =ivã
Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lainnya. (Hadits Shahih riwayat Al-Bukhari, no. 6027; dan Muslim, no. 2859 dari hadits Aisyah r.a)
                Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik pada wanita dan sebalikny, sampai seseorang itu lari dari bapak, ibu, anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. Sebagai mana Allah,

Pada hari ketika manusia lari dari saudarany  ,Dari ibu dan bapaknya, Dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya(Abasa: 34-37)

                Demikianlah peristiwa yang teramat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti, mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah.
Ák~1= =ZVeã  qs umü ÀGjfBUã  =yäBep kbep #  uf =ZV&Aüp ã;s #q]dq]ü


KHUTBAH KEDUA
            Dimimbar jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga keringat mereka bercucuran, sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri, akan tetapihal itu tergantung dari pada yang telah mereka perbuat selama mereka di dunia.
            Demikianlah khutbah singkat yang bisa saya sampaikan, semoga dapat menjadikan renungan bagi diri kita masing-masing, bahwa kita masing-masing cepat ataupun lambat kita pasti akan menghadapi hari akhir, perbanyaklah bekal keimanan dan amal shaleh karena hanya dengan iman dan amal shalih itulah, kita akan diselamatkan oleh Allah Azzawajalla. Semoga kita mendapatkan akhir kehidupan yang baik. Amiin.

Áäj~fB% ãqjfAp u~fQ ãqfI ãqniã o};eã ät}ü ä} Àéçn 2Q lqfJ} u&bywip  uf lü
 Àks=æü dã 2Qp ksã=æü 2Q #~fI äja 9jI dã 2Qp 9jI 2Q gI ktfeã
Á9~.i 9~j1 cmü Àksã=æü dã 2Qp ksã=æü 2Q #a<äæ äja 9jIdã 2Qp 9jI 2Q !<äæp
 cmü änæ< ãqniãx o};fe wU änæ qf] ðgR.% äep oj}ýeäæ ämq^çA o};eã änmãq5vpäne=ZUã änæ<
 k~1=Xpx<
o}=B6eã oi om qbne änj1=%p äne =ZV% kelãp änBZmü änj änæ<
<äneã äæã;Q än]p ÖnB1 Õ=5vã ð  p ÖnB1 ä~m9ð än% ãx änæ<
=bnUãp xäF2Zeã oQ ûtn}p )=^eã ú: û&}üpoB1öp d9Reäæ  =iý} uflü Àuf8äçQ
ê} lp=a;% kbfRe kR}Ù  ûVçeãp
ÁÁÁÕwJ k~]ü









Tidak ada komentar:

Posting Komentar